Amankah Keputihan Saat Hamil
Alami Keputihan Saat Hamil

Sejatinya yang namanya keputihan adalah hal yang sangat wajar bagi seorang wanita. Mengapa demikian? Sebab adanya keputihan merupakan salah satu tanda bahwa vagina sedang membersihkan diri secara alami. Namun, apa jadinya jika keputihan saat hamil? Apakah hal ini masih dianggap sebagai salah satu hal wajar? Apa Sebenarnya Hubungan antara Keputihan dan kehamilan?

Untuk Anda yang mengalami Keputihan saat hamil muda, jangan langsung merasa khawatir berlebihan. Pasalnya keputihan yang Anda alami merupakan hal yang sangat wajar dan normal. Bahkan jika keputihan yang dialami semakin banyak itu bukanlah masalah serius selama tidak menimbulkan bau dan memunculkan ciri-ciri keputihan yang tidak normal.

Keputihan saat hamil dianggap sebagai sesuatu yang normal. Mengapa demikian? Sebab saat terjadi keputihan sebenarnya vagina sedang melakukan pembersihan dari sisa-sisa menstruasi atau lainnya.

Ini karena ketika wanita hamil, tanda-tanda kehamilan yang muncul seperti timbulnya keputihan yang berlebihan. Jika Anda mengalami hal yang demikian, bisa jadi ini merupakan keputihan tanda hamil 1 minggu.

Tidak hanya itu saja, keputihan juga akan terjadi terus menerus selama kehamilan. Bahkan keputihan saat hamil 1 bulan juga masih mungkin sering terjadi. Selain itu, banyak juga yang mengatakan bahwa wanita yang hamil pada trimester terakhir masih mungkin untuk mengalami keputihan yang berlebihan.

Ini karena saat trimester terakhir vagina sedang mempersiapkan diri untuk melakukan persalinan. Tidak hanya itu saja, keputihan yang dialami juga mengalami perubahan warna seperti putih telur. Itu artinya, keputihan dan kehamilan merupakan hal yang cukup berhubungan malah bisa dikatakan tidak terpisahkan.

Apakah Ketika Mengalami Keputihan Saat Hamil Harus Diperiksakan?

Apa Itu Keputihan Pada Wanita? Temukan Jawabannya Disini

Meskipun keputihan yang terjadi pada masa kehamilan merupakan hal yang wajar, namun Anda tetap harus waspada. Beberapa hal yang perlu Anda waspadai adalah sebagai berikut:

  1. Keputihan memiliki tekstur seperti air, lendir atau malah darah padahal kehamilan belum memasuki minggu ke-37
  2. Disertai dengan rasa gatal, nyeri, panas, bahkan bibir vagina terlihat meradang
  3. Memiliki warna kuning kehijauan dengan aroma yang tidak sedap
  4. Keputihan berwarna keabu-abuan dengan aroma amis.

Jika Anda memiliki ciri-ciri keputihan di atas, ada baiknya jika segera periksakan ke dokter. Bisa jadi itu adalah tanda-tanda keputihan yang disebabkan oleh virus, jamur, bakteri bahkan protozoa.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Saat hamil?

Hampir semua wanita setuju bahwa keputihan sering kali menimbulkan perasaan tidak nyaman, apalagi ketika sedang hamil. Dimana daerah kewanitaan akan terasa basah terus menerus dan hal ini dapat menimbulkan daerah kewanitaan menjadi lembab.

Agar Anda lebih nyaman, Anda bisa menggunakan panty liners sebagai salah satu cara untuk menjaga kelembaban daerah kewanitaan. Selain itu, Anda juga jadi lebih hemat celana dalam saat mengalami Keputihan dan kehamilan.

Selain itu, agar kondisi vagina tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit dan terinfeksi virus, ada baiknya jika Anda tetap menjaga kebersihan vagina. Bagaimana caranya? Simak selengkapnya di bawah ini.

  1. Saat membersihkan vagina, pastikan Anda mengusap kewanitaan dari depan ke belakang, bukan sebaliknya. Pasalnya, banyak wanita yang salah saat mengusap vagina, kebanyakan melakukannya dari belakang ke depan. Padahal hal ini justru bisa membawa bakteri yang ada di daerah anus ke vagina.
  2. Pastikan Anda tidak menggunakan celana dalam yang ketat. Mengapa demikian? Sebab menggunakan celana yang ketat tidak memberikan ruang untuk vagina, sehingga vagina menjadi lebih mudah lembab. Bahkan jika perlu Anda menggunakan jenis celana dalam berbahan katun. Dengan begitu, celana dalam akan lebih mudah untuk menyerap cairan dan menjaga kelembaban vagina.
  3. Meskipun sedang mengalami keputihan, jangan sekali-kali menggunakan cairan atau spray yang beraroma pada vagina. Pasalnya hal ini bisa mempengaruhi pH vagina wanita hamil.
  4. Seringlah mengganti celana dalam agar daerah kewanitaan tetap kering dan nyaman.

Kini Anda sudah tahu bukan, bahwa hubungan antara Keputihan dan kehamilan sangatlah wajar asalkan keputihan yang terjadi belum memiliki ciri-ciri keputihan yang tidak normal. So, jangan panik jika saat trimester awal dan akhir kehamilan Anda sesekali mengalami keputihan, hal ini berarti vagina sedang mempersiapkan diri untuk menyambut buah hati Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here