Efek Keputihan Pada Wanita
Efek keputihan pada wanita

Apakah Anda sering merasakan gejala lain yang menyertai keputihan? Seperti gatal, panas, bahkan nyeri saat buang air kecil. Bisa jadi keputihan yang Anda alami adalah keputihan patologis atau tidak normal. Anda perlu berhati-hati, sebab efek keputihan pada wanita bisa menjadi sangat berbahaya.

Penyebab keputihan patologis pada wanita ada 4 jenis, diantaranya jamur, parasit, bakteri, dan virus. Beda penyebab keputihan maka kondisi keputihan yang dialami pun akan menunjukkan hal yang berbeda. Sebenarnya, ada kurang lebih 50 % wanita yang mengalami keputihan dalam hidupnya.

Namun, Anda harus segera menanganinya apabila terdapat tanda-tanda keputihan yang tidak normal seperti berbau, berwarna kuning kehijauan, berbuih, atau gatal. Anda perlu mengetahui efek keputihan pada wanita agar lebih berhati-hati serta lebih menjaga kesehatan organ reproduksi. Berikut ulasannya:

Bahaya Keputihan Pada Wanita Usia Subur

Keputihan memang wajar terjadi pada wanita pada usia subur. Namun, hal tersebut tidak berlaku jika yang dialami adalah keputihan yang tidak normal. Anda tidak bisa membiarkannya begitu saja, sebab ada beberapa bahaya keputihan pada wanita usia subur, diantaranya:

  1. Rasa nyeri saat buang air kecil.

Keputihan yang diakibatkan oleh mikroorganisme dapat menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil. Kadang-kadang juga disertai rasa gatal yang menyiksa.

  1. Gangguan pada aktivitas seksual.

Jika keputihan tidak normal dibiarkan tanpa melakukan upaya pengobatan, maka dapat mengganggu hubungan seksual. Sebab, adanya lendir berlebih dan bisa membuat pasangan tidak nyaman saat melakukan penetrasi.

  1. Perkembangan infeksi.

Keputihan akan semakin memperburuk infeksi yang terjadi pada vagina. Hal ini dapat menyebabkan penyakit yang cukup berbahaya seperti Klamidia, dan Gonore.

Bahaya Keputihan Pada Wanita Hamil

Keputihan akan dialami oleh wanita pada awal hingga akhir kehamilan. Bahkan, menjelang persalinan, keputihan akan semakin meningkat karena infeksi jamur yang berat.

6 Cara Menghilangkan Keputihan Secara Tradisional Tanpa Efek Samping yang Patut Anda Coba

Keputihan yang normal pada wanita hamil tidak akan menyebabkan masalah yang serius. Namun, jika keputihan menunjukkan warna, bau, serta tekstur yang berbeda, sebaiknya konsultasikan kepada dokter kandungan Anda.

Jangan dibiarkan tanpa pengobatan, sebab hal tersebut dapat memicu berbagai masalah, seperti:

  1. Kelahiran premature

Keputihan pada ibu hamil yang ditandai dengan cairan bertekstur kental, bau amis disertai gatal akan mengakibatkan iritasi pada vulva. Hal ini bisa membuat Anda merasakan nyeri saat senggama. Penyebabnya adalah jamur Candida albicans.

Obat keputihan pada wanita hamil tidak boleh sembarangan. Konsultasikan dengan dokter kandungan obat apa yang paling aman dan  tidak mengganggu janin.

  1. Pecahnya ketuban lebih dini

Bakteri penyebab keputihan dapat memicu munculnya cairan berwarna kuning, bau amis, dan terasa gatal. Keputihan jenis ini disebut dengan vaginosis bakterialis. Jika dibiarkan bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya.

  1. Rendahnya berat badan bayi

Keputihan yang disertai rasa gatal dan panas akan semakin parah jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan, pada vulva dan paha akan terasa nyeri. Penyebab keputihan ini adalah protozoa Trichomonas vaginalis. Dampak yang ditimbulkan adalah lahirnya bayi dengan berat badan rendah.

Komplikasi keputihan akibat infeksi

Keputihan juga bisa menyebabkan komplikasi penyakit yang cukup berat. Diantaranya:

  1. Radang panggul (PID atau Pelvic Inflamatory Disease)

Jika infeksi vagina merambat ke organ atasnya akan menimbulkan penyakit radang panggul. Gejalanya adalah nyeri tekan. Nyeri bawah perut, dan nyeri kronis. Biasanya pasien juga akan mengalami demam.

  1. Infertilitas

Infertilitas atau dikenal dengan sebutan kemandulan adalah komplikasi lebih lanjut akibat PID.

  1. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar rahim. Posisi janin bisa saja menempati saluran telur atau di rongga perut.

Nah, segera kenali apakah keputihan yang Anda alami merupakan keputihan normal atau abnormal. Jika ditemukan tanda-tanda yang tidak wajar, sebaiknya periksakan ke dokter. Jangan sampai keputihan menimbulkan efek yang berbahaya bagi kesehatan organ reproduksi.

Sebaiknya mencegah keputihan abnormal dengan selalu menjaga kebersihan vagina , tidak melakukan hubungan seksual dengan gonta ganti pasangan, serta tidak mengonsumsi makanan penyebab keputihan pada wanita.

Anda tentu tidak ingin keputihan memberikan efek negatif yang berbahaya bagi kesehatan, bukan? Mulai sekarang sadari bahayanya dan lakukan upaya pencegahan. Demikian, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here