Kenali Gejala Keputihan Pada Wanita yang Berbahaya Ini, Bisa Jadi Indikasi Penyakit Kronis
Kenali Gejala Keputihan Pada Wanita yang Berbahaya Ini, Bisa Jadi Indikasi Penyakit Kronis

Keputihan adalah hal yang umum dialami oleh wanita. Kondisi ini sebenarnya merupakan cara alami bagi tubuh untuk membersihkan serta melindungi vagina dari infeksi dan. Ketika keputihan terjadi pada seorang wanita, maka akan keluar lendir dari vaginanya.

Lendir ini diproduksi oleh kelenjar dalam serviks dan akan keluar sembari membawa sel mati dan bakteri. Sehingga, vagina Anda akan tetap bersih. Namun, ada beberapa gejala keputihan pada wanita yang berbahaya. Hal ini bisa mengindikasikan penyakit tertentu yang perlu diwaspadai.

Nah, Anda perlu mencari tahu perbedaan antara keputihan yang normal dan yang berbahaya. Penting bagi Anda untuk mengetahuinya agar segera mencari solusi jika terdapat gejala keputihan yang tidak normal dan berbahaya.

Jenis Keputihan yang Normal

Adapun beberapa ciri keputihan yang normal adalah sebagai berikut:

  1. Lendir berwarna bening atau keputih-putihan
  2. Lendir tidak berbau
  3. Jumlah lendir dan kekentalan lendir tidak terlalu banyak, tetapi bisa menjadi lebih pada masa subur maupun saat menyusui

Gejala Keputihan yang Berbahaya

Keputihan yang berbahaya umumnya disebabkan karena infeksi. Kondisi ini juga bisa menjadi indikasi penyakit tertentu yang perlu Anda waspadai. Berikut beberapa gejala keputihan yang tidak normal atau berbahaya:

  1. Lendir Keputihan Berwarna Coklat dan Mengandung Darah

Biasanya, jenis keputihan ini disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Anda harus waspada dan segera memeriksakannya ke pusat kesehatan jika mendapatkan tanda tersebut. Sebab, kondisi ini bisa juga menjadi indikasi kanker serviks atau kanker rahim.

  1. Keputihan Terjadi Disertai Nyeri dan Pendarahan

Jika saat keputihan, Anda mengalami nyeri bahkan pendarahan, maka bisa menjadi indikasi penyakit gonore atau klamidia. Penyakit tersebut bisa memicu infeksi yang serius pada organ reproduksi. Biasanya pengobatan kedua penyakit tersebut dilakukan dengan antibiotik.

  1. Lendir Keputihan Berwarna Kuning, Hijau, dan Berbuih

Keputihan yang berwarna kuning, hijau, dan berbuih disebabkan karena parasit Trichomonas vaginalis. Lendir yang diakibatkan karena infeksi tersebut akan berjumlah banyak, dan baunya amis. Penyebab keputihan berlebih bisa karena trikomoniasis. Bahkan, adanya penyakit tersebut akan timbul rasa perih saat Buang Air kecil.

  1. Keputihan yang Disertai Rasa Gatal dengan Lendir Kental Berwarna Putih

Infeksi jamur pada vagina adalah penyebab utama keputihan dengan gejala tersebut. indikasinya yaitu lendir yang keluar kental tak berbau dan berwarna putih seperti susu kental. Gejala lainnya adalah perih dan gatal di area vagina. Pengobatannya bisa dilakukan menggunakan obat jamur yang ada di apotek.

  1. Lendir Keputihan Encer dengan Warna Putih atau Abu-Abu dan Berbau

Meskipun tidak menular melalui hubungan seksual, vaginosis bakterialis yang menyebabkan keputihan jenis ini perlu ditangani dengan baik. pengobatannya bisa menggunakan antibiotik.

  1. Keputihan Disertai Luka Melepuh Pada Area Genital

Gejala ini biasa dialami oleh penderita herpes genital. Penyakit ini bisa menyebabkan lepuhan pada organ intim dan terasa sakit. Metode pengobatannya menggunakan tablet antivirus. Penderitanya bisa saja mengalami kekambuhan meskipun telah sembuh dari penyakit ini.

Penyebab Keputihan dan Cara Mengatasinya

Cara mengobati keputihan tentu saja harus sesuai dengan penyebabnya. Jika keputihan tersebut diakibatkan oleh jamur, maka harus diobati dengan antijamur dan antiseptik kewanitaan. Sedangkan keputihan yang disebabkan karena bakteri, maka obatnya adalah antibiotik.

Baca Juga :

Jenis pengobatannya juga cukup beragam mulai dari pil yang diminum, salep, ataupun cairan yang dioles pada kemaluan. Dalam antiseptik kewanitaan, ada kandungan povidone-iodine yang bersifat anti bactericidal atau membunuh bakteri dan fungicidal atau membunuh jamur. Antiseptik kewanitaan ini bisa mengatasi keputihan yang berasal dari Trichomonas vaginalis, bakteri Gardnerella vaginalis, atau jamur Candida albicans.

Cara Menghindari Keputihan Berbahaya

Sebenarnya cukup mudah untuk menghindari keputihan berbahaya, Anda hanya perlu rutin dan rajin untuk melakukan beberapa hal ini:

  • Membersihkan bagian luar organ intim secara teratur terutama ketika menstruasi atau sehabis berhubungan seksual
  • Bersihkan organ intim dari arah depan ke belakang jangan sebaliknya.
  • Kenakan pakaian dalam berbahan nyaman, tidak lembab, dan lengket.
  • Jangan masukkan benda asing ke dalam vagina.

Nah, itu dia ulasan mengenai gejala keputihan pada wanita yang berbahaya. Segera konsultasikan kepada dokter jika mendapati gejala yang sudah dibahas pada poin-poin di atas. Jika Anda mendapatkan penyakit serius, maka akan ketahuan pada stadium awal sehingga mudah untuk diobati. Demikian, semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here