Hamil Tapi Keputihan
Hamil Tapi Keputihan Kenali Gejala Infeksi yang Berbahaya Bagi Janin Ini

Saat menanti buah hati lahir di dunia adalah waktu yang paling menyenangkan sekaligus berat. Pada trimester pertama biasanya ibu akan mengalami muntah dan mual, sedangkan trimester berikutnya akan lebih berat lagi seiring bertambahnya bobot janin. Hal ini akan lebih parah jika Anda mengalami keputihan.

Sebenarnya, hamil tapi keputihan adalah hal yang normal. Hal ini disebabkan adanya peningkatan kadar estrogen dan juga aliran darah ke vagina. Cairannya mungkin akan terasa lebih banyak ketimbang pada hari-hari biasa. Penyebabnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina.

Keputihan saat hamil muda wajarkah? Ya, wajar. Pada awal kehamilan, cairan ini memenuhi saluran serviks untuk menciptakan lendir yang dapat melindungi organ. Kelihatannya seperti putih telur. Saat-saat menjelang persalinan, lendir yang dihasilkan pun akan menjadi lebih banyak. Keputihan saat hamil tua-pun menjadi lebih banyak.

Kenali Tanda-Tandanya! Efek Keputihan Pada Wanita Ternyata Cukup Menyeramkan

Keputihan yang normal ditandai dengan cairan jernih dan bening dan tidak menimbulkan bau. Namun, bisa juga muncul berbagai masalah termasuk infeksi, seperti:

  1. Vaginosis Bakterialis

Hal ini terjadi saat perubahan hormon mengakibatkan bakteri tumbuh secara berlebihan di vagina. Ditandai dengan gejala berupa gatal di area vagina, keluar cairan abu-abu keputihan, serta rasa nyeri ketika buang air kecil. Biasanya kondisi ini akan mereda. Namun, kadang kala juga perlu obat antibiotik. Jika dibiarkan, dapat menyebar dan bisa menimbulkan penyakit radang panggul.

  1. Infeksi Jamur

Meningkatnya kadar hormon estrogen dan progesterone juga meningkatkan pertumbuhan jamur candida. Jamur ini tumbuh secara alami di vagina. Gejala yang biasa dirasakan adalah ibu hamil keputihan berwarna kuning, berbau, nyeri saat berhubungan seks, vagina memerah, gatal pada vagina, vagina terasa terbakar saat buang air kecil. Penanganan yang dilakukan adalah menggunakan obat anti-jamur.

  1. Streptococcus B (SGB)

Bakteri ini terdapat dalam satu diantara empat wanita sehat. Namun, bisa juga menimbulkan infeksi yang serius. Gejalanya sama dengan infeksi saluran kencing pada umumnya. Seperti, sensasi terbakar saat buang air kecil, urin berwarna lebih keruh, dan mendadak ingin buang air kecil. Agar tidak menular pada bayi dalam kandungan, biasanya dokter akan memberikan antibiotik.

  1. Trikomoniasis

Gejala yang muncul jika terkena infeksi bakteri Trikomoniasis adalah adanya cairan kuning kehijauan dan baunya busuk. Hal ini juga disertai rasa gatal dan terbakar saat berhubungan seksual.

Jika ibu hamil mengalami kondisi tersebut, sebaiknya segera mendatangi pelayanan kesehatan atau ke dokter kandungan untuk mengobati keputihan pada ibu hamil. Jika pada usia kandungan mencapai 37 minggu tapi cairan yang keluar dari vagina berubah jadi berdarah, cair, atau berubah jadi coklat bisa menyebabkan bayi lahir prematur.

Sebaiknya lakukan upaya pencegahan sebelum ibu hamil mengalami masalah keputihan dan berujung pada infeksi. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, meliputi:

  • Segera mengganti pakaian begitu selesai olahraga seperti renang.
  • Tidurlah di malam hari tanpa menggunakan celana dalam
  • Menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun agar terhindar dari kelembaban pada area vagina
  • Membasuh kemaluan dari arah depan ke belakang. Hal ini mencegah masuknya bakteri yang berasal dari anus ke vagina
  • Mengonsumsi air secara cukup agar racun dalam tubuh keluar
  • Buang air kecil dengan teratur, jangan menahannya
  • Mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung karbohidrat kompleks serta biji-bijian utuh
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual
  • Hindari menggunakan tisu, pembalut, serta sabun yang memiliki aroma kuat untuk menjaga kebersihan vagina
  • Hindari penggunaan celana ketat berbahan nilon karena dapat menghambat sirkulasi udara ke vagina
  • Hindari menyemprot pewangi ke vagina karena bisa memicu komplikasi yang serius.

Jika keputihan yang dialami ibu hamil masih pada tahap wajar atau normal, Anda cukup menggunakan pantyliner untuk alas agar tidak terlalu mengganggu kenyamanan. Sebab, patyliner dapat menyerap cairan dengan baik. Anda cukup menjaga vagina tetap kering dan bersih agar tidak terjadi infeksi.

Nah, apabila keluhan Anda tidak juga membaik, bahkan semakin mengganggu, maka tidak usah ragu untuk melakukan konsultasi dengan ahli atau dokter kandungan. Jangan sekali-kali menggunakan obat secara sembarangan tanpa resep. Sebab, dapat berpengaruh langsung kepada janin yang Anda kandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here