obat untuk keputihan berbau
obat untuk keputihan berbau

Keputihan merupakan sebuah kondisi dimana dari vagina keluar sebuah cairan berwarna bening atau putih susu. Cairan ini berasal dari organ dalam reproduksi wanita tepatnya dari leher rahim. Keputihan secara alami merupakan proses untuk membersihkan diri dari bakteri-bakteri dan sel-sel jaringan yang telah mati. Dengan mengalami keputihan maka organ intim akan jauh lebih bersih dan sehat.

Namun akan berbeda halnya jika keputihan yang dialami merupakan keputihan yang tidak normal. Ciri keputihan yang tidak normal biasanya memiliki bau yang tidak sedap, menyebabkan keputihan dan rasa perih serta dapat memicu iritasi pada vagina. Hal inilah yang akan membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan tersiksa, sehingga tidak mengherankan jika banyak yang bertanya apa obat untuk keputihan berbau?

Keputihan yang tidak normal sebaiknya segera ditangani dan jangan dibiarkan berlangsung lama. Pasalnya, jika keputihan tersebut dibiarkan tanpa pengobatan maka akan jauh lebih parah dan dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, segera konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca Juga :

Nah berikut ini adalah daftar obat keputihan resep dokter yang biasanya digunakan untuk mengobati keputihan berdasarkan penyebabnya.

  1. Bacterial Vaginosis

Salah satu penyebab keputihan yang biasanya terjadi adalah disebabkan oleh infeksi bakteri vaginosis. Keputihan yang disebabakan oleh pertumbuhan bakteri Gardnerelle vaginitis ini biasanya memiliki warna sedikit keabu-abuan, lebih tipis, jumlah lendir yang lebih banyak dari biasanya serta memiliki bau yang amis. Selain itu, keputihan jenis ini juga disertai dengan rasa nyeri pada saat buang air kecil.

Untuk mengatasi keputihan ini, dokter biasanya akan memberikan obat untuk keputihan gatal dan perih dengan obat Metronidazole, Clindamycin, atau Tinidazole. Semua obat tersebut berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri pada vagina.

Metronidazole dan Tinidazole merupakan antibiotik yang biasanya berbentuk pil. Sedangkan Clindamycin merupakan antibiotik yang berbentuk krim atau salep yang dioleskan secara langsung pada vagina.

  1. Trikomoniasis

Jenis keputihan yang lainnya merupakan tanda-tanda dari penyakit Trikomoniasis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis. Keputihan jenis ini biasanya memiliki lendir berbau dan memiliki warna yang kuning kehijauan. Pasalnya keputihan yang keluar dari vagina terkadang bercampur dengan nanah.

Penyebab keputihan ini biasanya karena melakukan seks kotor, misalnya oral seks, anal seks, atau bergonta ganti teman tidur. Penderita Trikomoniasis biasanya juga akan merasakan nyeri pada saat buang air kecil dan berhubungan intim.

Untuk mengatasi keputihan jenis ini, dokter akan memberikan obat antibiotic flagyl atau tinidazole yang mampu untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada vagina. Untuk mencegah penularan, gunakan kondom saat berhubungan seksual dengan penderita Trikomoniasis.

  1. Gonore

Sama seperti halnya Trikomoniasis, Gonore juga merupakan penyakit menular seksual yang cukup berbahaya. Bakteri penyebab keputihan jenis ini adalah Neisseria gonorrhoeae. Penderita gonore selain akan mengeluarkan keputihan berbau dan berwarna kecoklatan atau merah,penderita gonore akan merasakan sensasi panas, gatal dan nyeri pada area vagina, bahkan bisa menyebabkan vagina bengkak.

Obat keputihan resep dokter yang biasanya digunakan adalah penicillin. Obat ini diberikan untuk penderita gonore ringan. Sedangkan untuk penderita gonore tingkat lanjut, dokter biasanya akan memberikan Azitromisin, Ceftriaxone, Eritromisisn atau Doxycyline. Pemakaian obat-obat tersebut harus seizin dokter.

  1. Klamidia

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Ini merupakan salah satu dari penyakit menular seksual. Penderita penyakit ini terkadang tidak mengalami keputihan pada awalnya, namun akan merasakan sensasi panas dan nyeri pada saat buang air kecil, nyeri pada perut bawah bahkan sampai demam. Obat keputihan resep dokter yang digunakan biasanya adalah azitromisin dan doxycyline.

  1. Infeksi Jamur Candida

Selain bakteri, infeksi jamur juga dapat menyebabkan keputihan pada wanita.  Keputihan yang disebabkan karena adanya infeksi jamur candida ini biasanya berwarna putih, tebal, menggumpal, banyak, tetapi tidak berbau. Namun keputihan jenis ini menyebabkan penderitanya merasakan kesakitan akibat nyeri dan sensasi terbakar pada area vagina.

Pada kondisi ini, dokter biasanya akan memberikan resep berupa pil, salep atau krim. Obat anti jamur yang biasanya digunakan adalah miconazole, terconazole, butoconazole dan clotrimazole.

Nah itulah beberapa penyebab keputihan dan obat untuk keputihan pada wanita berdasarkan resep yang biasanya dipakai oleh dokter. Selain menggunakan obat dokter, Anda juga bisa menggunakan pengobatan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan yang didapat dari alam. Apapun cara pengobatan yang Anda pilih, yang terpenting adalah penyakit keputihan Anda segera disembuhkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here