Obat Untuk Keputihan Gatal
Obat Untuk Keputihan Gatal

Selain nyeri saat menstruasi, masalah yang kerap dialami oleh sebagian besar wanita adalah keputihan. Keputihan yang merupakan sekresi vaginal biasanya muncul rutin setiap bulannya saat menjelang menstruasi, sesudah menstruasi atau ketika wanita dalam masa subur.

Namun jika Anda mengalami keputihan yang berwarna keruh, bau amis, atau gatal, hal tersebut perlu untuk diwaspadai. Karena keputihan sendiri terbagi menjadi keputihan normal fisiologi dan keputihan patalogis atau keputihan abnormal.

Memang sangat tidak nyaman jika mengalami keputihan yang abnormal, sehingga biasanya wanita langsung mengobatinya tanpa mengetahui penyebabnya. Padahal obat untuk keputihan gatal berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya lho.

Nah, lantas apa sajakah penyebab keputihan gatal? Biasanya keputihan gatal disebabkan oleh iritasi, penyakit kulit, manopuse, jamur, bakteri, dan lain-lain, Maka dari itu, Anda bisa mengatasi keputihan gatal sesuai dengan penyebabnya, seperti berikut ini:

  1. Infeksi Jamur Vagina

Sebenarnya, adanya jamur pada vagina merupakan suatu hal yang wajar, akan tetapi jika jamur tersebut berkembang biak tak terkendali, hal tersebut perlu Anda waspadai. Saat jamur terus berkembang biak, bisa mengakibatkan munculnya keputihan yang berwarna putih, teksturnya seperti keju yang lembut, serta memberikan efek panas, terbakar, dan gatal.

Selain itu, wanita yang terkena infeksi jamur vagina tersebut akan merasa sakit pada vagina ketika melakukan hubungan seksual ataupun saat buang air kecil.

Adapun obat untuk keputihan gatal karena infeksi jamur vagina, seperti obat antijamur yang tersedia dalam bentuk salep, krim ataupun tablet. Obat keputihan tersebut misalnya, terconazole, miconazole, butoconazole dan-lain-lain.

  1. Infeksi Bacterial Vaginosis

Keputihan yang sebabkan oleh pertumbuhan bakteri gardnerella vaginitis yang tidak seimbang, dapat menyebabkan lendir pada vagina menjadi lebih banyak, menjadi lebih kental, berbau amis, dan berwarna keabuan.

Wanita yang mengalami infeksi bacterial ini biasanya akan merasakan nyeri ketika buang air kecil, maupun saat berhubungan intim. Namun jangan khawatir, karena Anda bisa menggunakan obat untuk keputihan gatal di apotek untuk mengatasi infeksi bakteri tersebut.

Sedangkan obat untuk keputihan gatal karena infeksi bakteri tersebut, yakni antibiotik yang direkomendasikan dokter, seperti:

A. Metronidazole

Antibiotik ini bisa Anda jumpai dalam bentuk pil dan gel yang dioleskan pada area vagina. Metronidazole diantara antibiotik lainnya memang paling efektif dalam menekan pertumbuhan bakteri jahat penyebab keputihan gatal.

B. Tinidazole (Tindamax)

Obat yang tersedia dalam bentuk krim ini sama seperti Metronidazole, yakni untuk menghambat pertumbuhan bakteri gardnerella vaginitis. Namun berbeda dengan Metronidazole, Tindamax memiliki efek yang lebih kecil.

  1. Klamidia

Penyakit Menular Seksual (PMS) ini biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun penderita penyakit yang muncul karena bakteri Chlamydia Trachomatis ini biasanya akan mengalami keputihan berlebihan dan tidak normal sebagai tanda awal dari Klamidia.

Adapun obat untuk keputihan gatal karena penyakit Klamidia ini bisa menggunakan antibiotik kombinasi antara doxycycline dengan azitromisin. Dimana antibiotik tersebut mampu mengatasi klamidia hingga 90%, dengan demikian keputihan gatal pun akan berkurang.

  1. Trichomoniasis

Obat untuk keputihan gatal selanjut juga bisa untuk mengatasi keputihan karena Penyakit Menular Seksual yang muncul karena parasit Trichomonas Vaginalis. Selain itu, parasit tersebut juga dapat menginfeksi vagina sehingga mengubah warna lendir keputihan menjadi kuning kehijauan serta berbau menyengat.

Penderita PMS ini juga akan mengalami rasa nyeri pada vagina saat berhubungan intim maupun saat buang air kecil. Adapun obat untuk keputihan gatal dan bau ini bisa menggunakan antibiotik seperti tinidazole, metronidazole atau flagyl yang berbentuk pil dengan dosis tunggal.

  1. Gonore

Selain Klamidia dan Trichomoniasis, PMS yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae tersebut juga bisa memicu keputihan gatal. Tidak hanya gatal, biasanya penderita Gonore juga akan merasakan panas dan nyeri saat buang air kecil, dan bisa menyebabkan vagina bengkak serta kemerahan.

Baca Juga :

Nah, obat untuk keputihan gatal karena penyakit gonore ini bisa menggunakan penicilin untuk penyakit gonore ringan. Sementara untuk gonore tingkat lanjut, bisa menggunakan jenis antibiotik lain, seperti:

A. Azitromisin

Obat ini bisa Anda gunakan sebagai obat lanjutan jika penicilin tidak lagi mampu melawan gonore. Selain itu, azitromisin juga memiliki efek samping yang lebih ringan pada sistem pencernaan.

B. Doxycycline

Jika Azitromisin tidak bisa menyembuhkan gonore, Anda bisa menggunakan doxycycline sebagai alternatif. Obat ini hanya diberikan satu kali dalam seminggu dan sangat tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau yang tengah dalam program hamil karena obat untuk keputihan gatal pada ibu hamil berbeda dari wanita yang tidak sedang hamil.

C. Ceftriaxone

Untuk gonore yang sudah akut, Anda bisa mengkombinasikan obat ini dengan azitromisin. Karena kedua antibiotik ini ternyata mampu mencegah pertumbuhan bakteri gonore.

Tapi, bagi Anda yang tidak berani dengan obat-obatan medis tersebut, jangan khawatir karena Anda bisa menggunakan obat untuk keputihan gatal dengan memanfaatkan ramuan tradisional seperti daun sirih, atau bawang putih dan cuka sari apel pada ibu hamil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here